Rabu, 30 Oktober 2013 - 07:02:34 WIB
Dimeriahkan Atraksi Budaya dan Hiburan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kesenian & Budaya - Dibaca: 2576 kali

Spesialnya momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke 14 Kabupaten Malinau di Desa Setulang, kemarin (28/10) karena bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 85 dan peresmian Desa Setulang sebagai desa wisata, membuat panitia juga tak mau pelaksanaan acara tersebut berlangsung apa adanya.

Untuk itu, panitia telah merancang berbagai kegiatan pendukung untuk memeriahkan HUT ke 14 Kabupaten Malinau. Salah satunya adalah atraksi budaya baik yang dipersembahkan oleh masyarakat Desa Setulang sendiri maupun masyarakat Malinau pada umumnya.

Diawali dengan persembahan tari kolaborasi dari Dayak Lundayeh dan Dayak Kenya yang dibawakan oleh ibu-ibu anggota PKK Kabupaten Malinau. Tarian ini berhasil meraih juara pertama pada jambore PKK yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini.

Warga Desa Setulang tak mampu ketinggalan untuk mempersembahkan atraksi budaya mereka. Diawali dengan tari Gerak Sama yang ditampilkan anak-anak Desa Setulang. Tarian ini menggambarkan semangat generasi muda desa Setulang dalam menerima penetapan Desa Setulang sebagai desa Wisata. Dan siap berkarya menjadikan desa wisata Setulang sebagai desa yang bebas dari penyakit generasi muda yang bisa merusak pertumbuhan pembangunan.

Dilanjutkan dengan Tari Perang yang dibawakan puluhan pemuda dan orang tua dari Desa Setulang. Tarian ini mengisahkan percintaan dua sejoli yang berasal dari dua kampung berbeda, dimana seorang pemuda gagah perkasa jatuh cinta pada seorang puteri raja. Untuk mendapatkannya sang raja memerintahkan bahwa untuk mendapatkan sang puteri harus melalui adu fisik.

Pada akhirnya, kisah cinta tersebut berakhir pada peperangan antara masyarakat dari kampung tempat si pemuda dengan pihak kerajaan yang mengakibatkan korban dari kedua pihak.

Namun kemenangan menjadi milik pemuda tersebut dan berhasil membawa pulang sang putri yang kemudian dilaksanakan upacara mamat yang dipimpin oleh kepala suku.

Selanjutnya ada atraksi upacara Mamat yang merupakan upacara sakral dalam adat Dayak Kenya. Mamat merupakan upacara kemenangan, kejayaan dan pemantapan keberanian, juga sebagai penghormatan kepada para pemuda sebagai pilar pertahanan.

Setelah itu, ada tari perdamaian yang dibawakan oleh puluhan wanita muda dari warga Desa Setulang. Tarian ini dimaksudkan untuk mewujudkan rasa aman setelah upacara Mamat. Tarian ini diiringi berbagai jenis alat musik seperti gong, sampe, kolintang, dan lain-lain sebagai ucapan rasa suka cita dan kegembiraan.

Ada juga penampilan replika burung Enggang yang melambangkan perdamaikan. Burung khas Kalimantan ini membawa pesan kepada seluruh masyarakat agar menghentikan pertikaian karena termasuk perbuatan tercela.

Sementara itu, selain penampilan atraksi budaya, masyarakat juga dihibur dengan artis ibu kota berparas cantik, Vicky Shu. Dengan mengenakan pakaian khas adat Dayak, Vicky Shu menghibur masyarakat dengan membawakan 10 lagu baik yang pernah ia bawakan sendiri maupun yang dipopulerkan artis lainnya. (rjb/ipk - Radar Tarakan)

Copyright © 2013 by PDE Malinau All rights reserved.