Kamis, 28 November 2013 - 21:55:03 WIB
Kayan Mentarang Pesona yang kian Menggoda
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pariwisata - Dibaca: 5754 kali

Siapa tak kenal Taman Nasional Kayan Mentarang? Obyek wisata yang terletak di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur (berbatasan dengan Malaysia) ini memiliki keanekaragaman hayati berupa flora fauna yang menakjubkan. Obyek wisata alam seluas kurang lebih 1.360.500 hektar itu memiliki kurang lebih 96 jenis mamalia, 200 jenis burung (aves), dan berbagai jenis flora endemik. Atas dasar itulah Kayan Mentarang ditetapkan seabgai Taman Nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 651/Kpts-II/1996 tanggal 7 Oktober 1996. 

Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang selain kaya dengan keanekaragaman hayati juga menyimpan banyak potensi wisata yang sangat menantang. Perjalanan untuk menuju kawasan pun dapat menjadi perjalanan wisata yang mengesankan, karena akses yang dilalui hanya melalui transportasi air dan udara. Perjalanan sungai kita dapat menemui jeram-jeram yang menantang dan arus yang deras, sedangkan melalui pesawat kecil kita dapat melihat hamparan hutan bak permadani hijau.
           Obyek wisata Taman Nasional Kayan Mentarang membuat pengunjung yang pernah datang ke sana terkagum-kagum. Pesona wisata alamnya bak gadis cantik yang menggoda mata setiap pria. Obyek wisata Kayan Mentarang sangat indah dan potensial untuk dikembangkan ke depan demi kemajuan Kaltim. Luas hutan yang masih perawan sekitar satu juta hektar ini yang harus kita pertahankan agar terjaga kelestarian lingkungannya.

Potensi wisata alam yang dimiliki Kayan Mentarang lebih diutamakan bagi wisata petualang dan wisata ilmiah bagi mereka yang senang mencari pengetahuan dan melakukan penelitian. Ada beberapa jenis potensi wisata alam yang dapat dilakukan antara lain : arung jeram, berkemah, pengamatan satwa, tracking, air terjun, tempat ditemukannya kuburan batu peninggalan sejarah, sumber garam gunung, dan lain-lain.

Salah satu wilayah yang ada di TNKM yang memiliki banyak sumberdaya alam dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi potensi objek wisata adalah SPTN II. Objek daya tarik wisata alam yang bisa dijumpai di SPTN II yaitu kuburan batu/kuburan kuno, atraksi budaya, padang rumput di long tua dan masih banyak lagi.

*      Tempat Tujuan Wisata Alam di Hulu Pujungan

Long Jelet adalah kampung kecil yang berada di muara Sungai Jelet dan Sungai Pujungan, dicapai dengan 4 jam perjalanan menggunakan perahu ketinting dari Long Pujungan. Lokasi ini memilliki beberapa objek wisata yang menarik, seperti batu ului dan air terjun.

1.  Batu Ului

Batu ului merupakan puncak gunung batu menjulang yang letaknya berada di bagian hulu kampung Long Jelet. Puncak gunung dapat dicapai dengan cara berjalan kaki selama 2.5 jam dari tempat perhentian ketinting. Panorama yang indah  dapat kita lihat dari puncak gunung Batu Ului ini, walaupun untuk mencapainya kita harus mendaki lereng yang sangat terjal dan licin.

2.  Air Terjun U’ung Melu’ung

 

Air terjun U’ung Melu’ung merupakan salah satu objek wisata di Long Pujungan yang menarik. Tinggi air terjun U’ung Melu’ung mencapai 50 meter. Selain itu juga terdapat sumber air asin yang sering didatangi satwa liar yang dapat dijadikan objek wisata animal watching. Jalan setapak menuju air terjun di tempuh dalam waktu 30 menit dari tepi sungai Pujungan. Dari Long Jelet, dapat di tempuh dengan menggunakan ketinting dengan perjalanan selama 1 jam.

 

*      Tempat Tujuan Wisata Alam di Bahau Hulu

Di Kecamatan Bahau Hulu, tak jauh dari desa Long Alango, perjalanan ke hulu sungai, wisatawan akan melewati kampung Long Kemuat, dan areal kuburan batu di Long Pulung. Di Long Berini, wisatawan dapat menyaksikan budaya Dayak Kenyah dan ukiran tradisional mereka. Tari-tarian tradisional akan menyambut wisatawan di desa Apau Ping, pemukiman terakhir sebelum perbatasan dengan Sarawak. Padang rumput di Long Tua, di hulu Desa Apau Ping, adalah tempat yang sangat unik dan merupakan satu dari kawasan pengamatan kehidupan liar terbaik di dalam Taman Nasional Kayan Mentarang. Dari Apau Ping, para wisatawan juga dapat meneruskan penjelajahan jauh melalui hutan menuju ke Long Layu, Krayan Hulu, dataran tinggi di sebelah utara.

1.  Situs Sejarah Kuburan Batu Ditemukannya kuburan batu di hulu Sungai Bahau dan hulu Sungai Pujungan, yang merupakan peninggalan suku Ngorek, mengindikasikan bahwa paling tidak sejak kurang lebih 400 tahun yang lalu masyarakat Dayak sudah menghuni kawasan ini. Peninggalan arkeologi yang paling padat ini diperkirakan sebagai peninggalan yang paling penting untuk pulau Borneo.

2.  Padang Rumput Long Tua

Padang Rumput di Long Tua, sebelah hulu Apau Ping, merupakan ekosistem (habitat) unik untuk satu dari populasi banteng liar (Bos javanicus) yang tersisa di Borneo. Kehidupan liar lainnya, seperti rusa dan babi hutan dapat dengan mudah diamati merumput pada pagi atau sore hari. Kawasan ini telah dikelola secara tradisional oleh masyarakat lokal untuk mempertahankan fungsi ekologinya. Sebuah pondok dibangun oleh Panitia Ekowisata di Kuala Sungai Tua sebagai tempat persinggahan dan menginap bagi yang ingin mengamati kehidupan liar dan bagi yang ingin meneruskan perjalanan menuju ke Krayan.

3.  Seni dan Budaya Suku Dayak

Masyarakat masih mempertahankan kesenian tari-tarian ini, biasanya tarian ini dapat disaksikan pada saat hari-hari tertentu, misalnya: perayaan hari besar, menyambut tamu yang berkunjung, panen raya, dan upacara pernikahan. Beberapa jenis tarian :

-        Arang giopad / Tarian gerak sama

-        Arang gong / Tarian gong

-        Arang irau rani / Tarian pesta panen

-        Arang bigan / Tarian piring

-        Arang bosak bakui / Tarian kembang cantik

 

Bagaimana Menuju Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Long Alango;

·         Malinau - Long Alango/Tarakan Long Alango (Pesawat Kecil)

·         Malinau – Pujungan/Tarakan – Pujungan (Pesawat Kecil)

·         Tanjung Selor – Pujungan (Long Boat ± 1 hari)

·         Antar wilayah Kec.Pujungan – Kec. Bahau Hulu menggunakan ketinting

·         Malinau – Mentarang Hulu dan Tubu (carter Long boat + ketinting)

 

Dengan kondisi alam seperti ini kita dapat berekreasi dan melakukan wisata alam antara lain hiking, menikmati panorama alam, jungle tracking, menyusuri sungai, air terjun dan sebagainya. Dan satu lagi, TamanNasional Kayan Mentarang merupakan surga bagi para peneliti mengingat berbagai gatra keanekaragaman hayati yang tinggi dan alami (Hajar Intan R, S.Hut).



Copyright © 2013 by PDE Malinau All rights reserved.