Selasa, 01 April 2014 - 09:51:04 WIB
Berkebun, Harus Perhatikan Aspek Lingkungan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Perkebunan - Dibaca: 1999 kali

MALINAU – Mengembangkan usaha di bidang perkebunan juga harus memperhatikan aspek lingkungan atau berwawasan lingkungan.  Ini dimaksudkan untuk menghindari timbulnya pencemaran. Apalagi, Kabupaten Malinau merupakan sebuah kabupaten konservasi. Hal itu disampaikan H Irsal Syamsa sebagai narasumber pemateri dalam pelatihan kopi di kebun milik Leri Christiansen, di KM 7 Sembuak Warod, Kecamatan Malinau Utara beberapa hari lalu.

Ditegaskan Irsal Syamsa, dalam menggarap lahan, petani jangan sampai semua kayu ditebang. Terutama jenis-jenis kayu yang langka seperti kayu ulin, kayu meranti dan lainnya. “Tetapi dipelihara dan diatur jaraknya dengan tanaman agar tetap lestari, sehingga bisa menjadi pengenalan terhadap generasi penerus bangsa ini,” tegas Irsal Syamsa di hadapan para petani pembudidaya kopi di Malinau saat itu.

Artinya, sambung Irsal Syamsa lagi, petani harus menyesuaikan kondisi lahan dan tanamannya. Seperti lahan milik Leri Kristian yang luasnya mencapai 18 hektare dan hampir semua tertanami kopi ini lokasi lahannya bergunung-gunung.

Untuk jenis tanaman budidaya kopi, lahan bergunung seperti ini dinilai Irsal Syamsa sangat tepat. “Tetapi sebenarnya ini sebagai pengusaha perkebunan, harus bisa menikmati hasil perkebunannya sendiri,” ungkap Irsal syamsa.

Lebih lanjut dijelaskan, ke depannya diharapkan ada persaingan di bidang perkebunan di wilayah Kabupaten Malinau. Tetapi, sampai sekarang ini usaha tani kopi baru di kabupaten Malinau saja yang menjadi pionir di Kaltim dan Kaltara.

Ia juga berharap, apa yang dilakukan Leri Christiansen, pemuda yang bergerak di bidang perkebunan kopi bisa menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya. “Sebagai pioner, Leri dapat menjadi bapak angkat dari seluruh petani kopi dalam membina dan menjadi contoh bagi petani lainnya supaya sama-sama berhasil,” ujarnya.(Rdr-Trkn)



Copyright © 2013 by PDE Malinau All rights reserved.