Selasa, 01 April 2014 - 09:56:33 WIB
Disbun Siapkan Tenaga Terampil
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Perkebunan - Dibaca: 1858 kali

MALINAU - Sebanyak 15 orang tenaga terampil di bidang perkebunan, melakukan pertemuan koordinasi langsung dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Malinau, Jumat (28/3).

Pertemuan ini dipimpin langsung Kepala Dinas Perkebunan Lawing Liban SSos MSi yang dipusatkan di kantor Dinas Perkebunan, di kompleks Kantor Bupati, Jalan Pusat Pemerintahan, Tanjung Belimbing.

Para tenaga terampil ini berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur dan satu orang dari Kabupaten Malinau.

Lawing Liban menegaskan bahwa keberadaan setiap tenaga terampil di tengah masyarakat bukan sebagai guru. Tetapi sebagai teman para petani atau mitra dalam mengembangkan potensi dan hasil pertanian sektor perkebunan.

Oleh karena itu, para tenaga terampil itu dituntut harus bisa menempatkan diri di tengah masyarakat di desa-desa. Membaur masyarakat dan mengikuti budaya masyarakat Malinau. 

“Seperti kata pepatah, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,” ujar mantan Camat Kahan Hilir ini.

Lebih lanjut ditegaskan, Lawing Liban, sebagai tenaga terampil adalah orang yang diharapkan dapat mengatur dan merubah pola pikir petani di Malinau menjadi pekebun yang berhasil dan maju.

Yakni berperan sebagai pembimbing dengan baik agar petani mejadi sejahtera. Sebagai tenaga terampil, berada di bawah pengawasan dinas perkebunan. Artinya, seluruh kegiatan tenaga terampil ini diawasi langsung oleh Dinas Perkebunan.  

“Pemkab Malinau punya komoditas unggulan perkebunan antara lain kopi, kakao, karet dan sawit. Keempat komoditas unggulan ini sudah berjalan di masyarakat,” sebut mantan Sekretaris Dinas Kehutanan Kabupaten Malinau ini.
Diterangkan, sistem kerja tenaga terampil ini akan ditempatkan di desa-desa sebagai pembina. Tetapi tidak menutup kemungkinan, dinas akan membawa ke desa lain lagi untuk melakukan pembinaan jenis komoditas lainnya.

Artinya, tenaga ahli ini melakukan pembinaan secara lintas desa yaitu dari desa satu ke desa lainnya. Karena dalam satu desa itu tidak semua masyarakatnya berkebun karet, berkebun kakao, kopi atau sawit saja. “Tetapi semua bisa digarap oleh desa. Hanya, luasannya saja yang berbeda,” tegasnya.(Rdr-Trkn)



Copyright © 2013 by PDE Malinau All rights reserved.