Selasa, 08 Maret 2016 - 09:13:51 WIB
Pengembangan Batik Terkendala Keterbatasan Pengrajin
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kesenian & Budaya - Dibaca: 444 kali

MALINAU- Berkerja sama dengan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) terus menggenjot Batik motif Khas Malinau. Namun saat ini upaya yang hendak dilakukan masih terkendala dengan minimnya pengrajin yang mampu memproduksi batik yang kian gencar disosialisasikan Pemkab tersebut.
Kepala Disperindagkop dan UKM, Maksum, mengungkapkan, keterbatasan pengrajin batik motif khas Malinau menjadi hambatan dalam mempromosikan salah satu potensi yang dimiliki Bumi Intimung, sebutan Malinau.
“Saat ini, permintaan Batik Malinau semakin tinggi. Tetapi tingginya permintaan akan batik khas Malinau, belum dapat diimbangi dengan banyaknya pengrajin batik itu sendiri. Bahkan, berdasarkan data yang kami peroleh, sejauh ini baru ada 6 pengrajin batik yang telah terdata,” kata Maksum.
Tak tanggung-tanggung, permintaan kain bermotif batik khas Malinau sendiri mengalir deras, bahkan dari luar Kabupaten Malinau. Namun lagi-lagi permintaan tersebut tak dapat terakomodir seluruhnya, lantaran keterbatasaan waktu. “Terakhir, Pemerintah Propinsi Kaltara juga memesan batik motif Malinau untuk dijadikan seragam pegawai,” ujarnya.
Beragam upaya turut dilakukan oleh instansi yang berfokus pengembangan ekonomi kerakyatan tersebut. Diantaranya melakukan pelatihan kepada calon-calon pengrajin yang diharapkan dapat membantu memenuhi permintaan batik motif khas Malinau.
“Untuk pelatihan kepada pengrajin beberapa kali sudah dilakukan. Tetapi, lagi-lagi berbicara pengrajin batik dibutuhkan totalitas. Sehingga, unsur seni dalam batik itu sendiri bisa semakin tinggi,” ujarnya. Oleh: (jo116)korankaltara


Copyright © 2013 by PDE Malinau All rights reserved.