Sabtu, 28 September 2013 - 11:51:43 WIB
Keberhasilan Gerdema Tidak Lepas dari Kepemimpinan Desa
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Malinau - Dibaca: 167472 kali

Bupati Dr Yansen TP MSi menegaskan, keberhasilan Gerakan Desa Membangun (Gerdema) dengan basis pembangunan daerah di desa-desa dengan masyarakat sebagai penggerak tak lepas dari kepemimpinan pemerintah di desa.

Jika kepemimpinan di desa telah berjalan dengan baik Yansen TP menjamin Gerdema akan menghasilkan buah manis bagi masyarakat. Yaitu berupa wujud pembangunan yang diharapkan masyarakat.

Ditegaskan Yansen, kepemimpinan merupakan 1 dari 13 indikator keberhasilan Gerdema, selain demokratisasi, keterbukaan, dan partisipasi (pemberdayaan) masyarakat. “Dilihat dari demokrasi sudah hidupkah demokrasinya. Dari kepemimpinan sudah hidupkah kepemimpinannya. Kepemimpinan bukan hanya kepala desa. Tapi juga BPD-nya, Karang Tarunanya, dan PKK-nya (dan organisasi di desa itu) sudah hidupkah?,” papar Yansen.

Gerdema di desa dapat berjalan, bupati menilai tergantung pada para pemimpin mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Pemimpin, tegas Yansen TP berperan menghidupkan demokrasi di desa kemudian menjalankan perannya  untuk mewujudkan 13 pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan Gerdema tersebut.

Kemudian yang paling mendasar, tegas Yansen TP, ialah bagaimana pemerintah desa beraktivitas.  Kalau pemerintahan sudah berjalan, maka hal-hal yang harus dicapai tersebut dapat terwujud.

“Pemerintahan ini bukan hanya pemerintah desa, tapi juga lembaga-lembaga yang ada di desa. Kalau itu berjalan dan bertumbuh kembang maka Gerdema berhasil,” jelasnya.

Untuk itulah, Yansen TP kembali menegaskan pentingnya para kepala desa dan aparat pemerintahannya serta lembaga-lembaga di desa untuk selalu beraktivitas, bekerja sesuai dengan peran mereka masing-masing dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui model pembangunan yang telah dijalankan dalam 3 tahun terakhir ini yakni Gerdema. 

Seperti ditegaskan Bupati Yansen dalam berbagai kesempatan, para pegawai juga perlu memahami konsep Gerdema ini. Karena sebagai aparat pemerintah, mereka bertanggungjawab untuk mendorong terselenggaranya gerakan pembangunan di desa-desa.

Para pegawai ini pun merupakan bagian dari masyarakat. Dalam perannya sebagai masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing, Yansen TP juga mendorong para pegawai ini untuk menjadi bagian pelaku pembangunan.

Disamping poin di atas, Yansen TP juga menegaskan bahwa dalam bekerja, para pegawai ini dituntut memahami makna dan filosofis pelangi yang mencerminkan keindahan dalam keragaman.

Malinau, merupakan daerah yang majemuk alias beragam dalam berbagai hal. Nah keragaman tersebut, hendaknya dijadikan sebagai modal dan kekuatan untuk membangun. Yansen TP meyakinkan bahwa dengan pemahaman tersebut maka selamanya Malinau akan berada dalam situasi yang kondusif dan harmonis.

Situasi inilah yang dinilai Bupati Yansen TP menjadi modal bagi kelancaran dan keberhasilan setiap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Yakni, program Gerdema yang sekarang sedang berjalan. (Radar Tarakan)



Copyright © 2013 by PDE Malinau All rights reserved.